Judul opini:Kenapa seorang pendidik bisa berbuat cabul?

 


tidak sedikit ada diantara polemik kyai cabul, guru cabul dan dosen cabul kenapa demikian 


sebenarnya hal tersebut dalam dunia pendidikan ini sangatlah berpengaruh karena hal tersebut akan ada trauma berat bagi korbannya, mengapa hal demikian terjadi? bukankah seorang pendidik itu disebut orang tua kedua?


sebenarnya KLO kita telusuri jejak tersebut terjadi cabul dikarenakan syahwat yang terjadi kenapa terjadi syahwat pertama praduga kami terjadi karena menyentuh murid lawan jenis yang menjadi percikan awal kecabulan terjadi,loh hanya sentuhan bisa jadi masalah?


 Dr. Ratna Mumpuni, psikolog pendidikan, pemahaman yang keliru tentang konsen di sekolah bisa berdampak jangka panjang terhadap siswa. "Siswa yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak menghargai konsen akan merasa bingung tentang batasan tubuh mereka sendiri. Mereka bisa menjadi lebih rentan terhadap pelecehan atau bahkan tumbuh menjadi pelaku yang tidak menyadari bahwa tindakan mereka salah," jelasnya


Kita dapat jabarkan pendidikan mnrt psikolog ialah menghargai batasan tubuh dimulai dari hal terkecil yaitu tidak menyentuh karena jika orang itu telah menyentuh menandakan dia salah telah melakukan pelecehan dalam bentuk tindakan.


oleh sebab itu cabul yang terjadi bisa dikarenakan ditimbul dari sentuhan tersebut 

kedua ada relasi kuasa antara pendidik dan murid yang menyebabkan murid tersebut takut hal tersebut yang mengakibatkan murid tersebut ketika tertimpa didirinya sulit spek up


yang ketiga mungkin hal yang kita tidak duga bisa jadi dari hal terkecil yaitu memandang, memang hal lumrah ketika belajar memandang murid seperti diterangkan dalam kitab uqudulujain tentang diperbolehkan melihat wanita yaitu ketika belajar dan mengobati.


akan tetapi memandang tersebut bisa jadi disalahgunakan oleh seorang pendidik yang syahwatnya tidak terkontrol

Bagaimana cara menanggulangi nya?

Yang pertama ubah kebiasaan buruk menyentuh murid lawan jenis, yang kedua jangan memandang murid dengan hal yang tidak wajar

Mr linardo indra

Post a Comment

0 Comments